[CLOSED] If I can tell you...

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

[CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sat Jun 13, 2009 10:14 am

Timeline: Setelah A face I’d rather not see, yet longing for...
Setting: Sore menjelang malam

---

Akhirnya ia sampai juga di apartemen.

Mata hijau keemasan itu mengamati lobi apartemen itu. Tidak terlalu ramai. Ia bisa melihat beberapa orang berjalan melintasi tempat yang menjadi awal seseorang ketika memasuki apartemen khusus laki-laki itu. Pandangannya terarah ke lelaki berambut coklat yang berjalan ke apertemen ini dengan dirinya. Ia tersenyum sambil menghela nafas.

“Akhirnya sampai juga.”

Ia dapat merasakan sepatunya agak basah karena berapa kali menginjak genangan air. Hujan memang sudah reda, tetapi bukan berarti ia tidak terkena basah sama sekali (yah, dari awal ia kan sempat terkena basahan hujan itu). Entah mengapa, kalau teringat hujan reda, ia jadi teringat pelangi – cahaya berwarna-warni yang terbentuk karena pantulan sinar matahari yang terurai akibat hujan. Namun, ia bukan anak kecil yang bersemangat ketika melihat pelangi. Ia hanya teringat, kok.

“Mau langsung kembali ke kamarmu? Atau duduk-duduk di lobi dulu? Minum kopi hangat dari mesin penjual otomatis, mungkin.”

Ia masih ingin berbicara lebih banyak dengan dengan Alec (apalagi, ia yakin banyak yang bisa mereka saling ceritakan). Suasana di gereja sebelumnya membuat dirinya menjadi agak ragu, tetapi setelah memikirkan masak-masak di perjalanan, ia berpikir kalau ia perlu tahu. Lagipula, ia, kan, laki-laki. Masa ia harus takut hanya karena menanyakan kabar sahabatnya? Sahabatnya juga laki-laki, masa bisa terluka secepat itu hanya karena diberi suatu pertanyaan?

Ok, tenang Dylan, tenang. Ia berhak tahu. Dan lagi, ia harus berhenti merasa canggung seperti ini. Memang pertemuan ini terlalu mengejutkan. Namun, mereka bisa kembali seperti dulu, kan?

Yah, lihat respons dari Alec dulu, sih.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sat Jun 13, 2009 10:30 am

Begitu mereka memasuki lobi apartment, Alec merasa sedikit kecewa. Dia masih ingin berlama-lama bersama sahabatnya setelah sekian lama tidak bertemu. Memang pertemuan mereka awalnya sedikit canggung (biarpun mereka berdua sama-sama berusaha menutupinya), tapi setelah berjalan bersama, suasana aneh itu mulai terhapus walaupun sedikit. Sepertinya Dylan juga belum mau berpisah dengannya. Ini membuat Alec tersenyum lebar.

"Aku yang traktir!" Ia mengeluarkan beberapa koin dari kantungnya sambil berlari kecil ke arah mesin penjual kopi otomatis yang ada di sana. Kemudian dengan dua buah gelas styrofoam berisi kopi di masing-masing tangan, Ia berjalan kembali ke arah Dylan.

"Ini," Ia menyerahkan satu gelas kepada pemuda itu. "Kita duduk di situ saja." Ia menunjuk ke salah satu sofa yang tersedia di lobi. Tanpa menunggu jawaban Dylan, Alec sudah melangkah menuju sofa tersebut dan duduk sambil meniup gelas kopinya.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sat Jun 13, 2009 10:51 am

Anak lelaki berambut hitam itu tersenyum melihat sahabatnya setuju dan mentraktirnya – sesungguhnya, ia ingin menolaknya. Namun, hei, ia pikir untuk apa menolak kebaikan dari kawannya? Itu sama saja seperti ia tidak menghargai niat baik Alec, bukan? Lagipula, rezeki untuk apa ditolak? Bagus, kan, ia tidak harus keluar uang untuk minum kopi? Mata hijau keemasannya melihat ke arah Alec yang kembali dan menyerahkan segelas kopi kepadanya, mengambil gelas styrofoam itu. Tidak, ia tidak akan mengucapkan maaf karena telah merepotkan Alec, itu sama saja seperti ia menuduh Alec melakukan itu dengan terpaksa.

“Terima kasih.”

Ia melihat Alec yang menunjuk salah satu sofa dan berjalan ke sana, mengikuti lelaki berambut coklat itu, sebelum duduk di sebelahnya. Ia membiarkan panas kopinya ditiup oleh angin - ia tidak ingin meniupnya dengan mulutnya, seperti yang Alec lakukan, karena itu sama saja meniupkan karbon dioksida ke kopi yang akan diminumnya, yang artinya ia akan meminum lagi gas sisa respirasi itu.

Ok, sebaiknya ia mulai berbicara. Mulai dari mana, ya?

“Kamu tahu, sesungguhnya aku begitu terkejut waktu bertemu denganmu.”

Ok, mulai dengan kejujuran. Tidak apa-apa. Ia pasti bisa melakukannya. Matanya menatap ke kopi hitam yang ada di tangannya, mengamati uap panas yang menyembul dari cairan itu. Ia tersenyum, sedikit merenung, berusaha berpikir. Dahulu, ia bisa terbuka terhadap Alec – mengapa sekarang tidak? Ia berusaha memerbaiki hubungan mereka mulai dari dirinya sendiri.

“Hilang tiba-tiba, muncul tiba-tiba, kamu seperti hantu, kamu tahu itu?”

Ia tertawa kecil. Lelucon. Semua dimulai dari hal yang ringan. Ia perlu mencairkan suasana dengan bersikap bersahabat dan santai. Ia pasti bisa. Di sampingmu ini Alec, sahabatmu. Mengapa ia harus takut?
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sat Jun 13, 2009 11:05 am

Alec yang mulai menyeruput kopi panas di tangannya, sedikit tersedak mendengar kata-kata Dylan. Ia tahu cepat atau lambat topik ini pasti akan muncul di dalam pembicaraan mereka, tapi Ia tidak mengira akan secepat ini. Apalagi kata-kata yang diucapkan Dylan berikutnya...
Walaupun sepertinya pemuda itu mengatakannya bagaikan sebuah lelucon, rasa bersalah dalam diri Alec membuatnya mendengar kalimat itu seperti sebuah tuduhan. Dan Ia memang bersalah.

"Maaf," Alec tidak ikut tertawa. Ia menunduk menatap cairan gelap di dalam gelas styrofoamnya. "Ada sesuatu yang menggangguku, jadi aku memutuskan untuk pergi. Seharusnya aku memberitahumu dan Megan. Maaf..."
Ia tidak tahu lagi harus berkata apa selain minta maaf. Dia tidak punya alasan yang membenarkannya untuk pergi dari kehidupan seseorang yang Ia anggap sahabat seenaknya tanpa kabar. Kini Ia hanya dapat berharap pemuda di sebelahnya mau memaafkannya. Dan mereka bisa sedekat dulu.
Apakah Ia terlalu optimis berharap seperti itu?
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sat Jun 13, 2009 11:18 am

Euh, salah, ya?

Apa dia terlalu langsung mengatakannya? Namun, ia tidak bisa terus menyembunyikan hal yang ia katakan. Dan kata-kata maaf dari Alec membuatnya merasa bersalah. Harusnya dia lebih pelan-pelan lagi. Ok, dia memang agak tidak sabaran. Akan tetapi, kalau seperti ini, dia menjadi agak panik. Ia tidak bermaksud menyalahan Alec, sama sekali tidak.

Ia hanya khawatir.

“Hei, hei. Tunggu, jangan minta maaf. Kamu tidak salah, ok? Kamu tidak salah,” ia berusaha memasang senyum di wajahnya, tetapi dalam hati ia panik setengah mati, “aku hanya agak bingung, kamu tahu itu, kawan? Lagipula, kalau ada urusan pribadi, aku juga tidak mau ikut campur, kok.”

Ia pindahkan kopinya dari tangan kanan ke tangan kiri agar tangan kanannya bisa menepuk pundak sahabatnya itu. Ia berusaha berpikir. Mungkin masalah yang diderita sahabatnya ini cukup besar, ia tidak mau menambahnya menjadi semakin berat karena perkataannya yang terlalu jujur. Nampaknya, ia memang salah langkah. Namun, suatu saat hal ini pasti akan ia ungkit juga, kan? Waktu adalah uang, bukan? Tidak. Waktu lebih berharga dari uang – kita bisa menambah uang, tetapi tidak bisa menambah waktu.

“Namun, yah, kalau misalnya kamu mau cerita, aku mau mendengarkan, kok. Hanya kalau kamu mau. Aku tidak memaksa. Euh, tiap orang punya rahasia masing-masing, bukan?”

Ia sendiri juga tidak pernah bercerita rahasia terbesarnya. Alasan mengapa ia sampai bersama dengan Megan. Alasan mengapa ia putus dengan gadis itu. Alasan mengapa ia begitu khawatir dengan keadaan manusia di sampingnya ini.

Benar, kan, setiap orang punya rahasia?
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sat Jun 13, 2009 11:49 am

Dylan memang orang baik. Lihat bagaimana Ia coba menenangkan orang yang tidak memikirkan apa yang dirasakan sahabatnya saat Ia memutuskan untuk kabur dari asrama. Kebaikan inilah yang membuat Alec sangat tertarik kepada Dylan saat pertama baru bertemu dulu. Rupanya dia tidak berubah. Syukurlah.

Sekarang pertanyaannya apa dia harus memberitahu Dylan alasan dia kabur dari asrama? Alasan yang terbilang sangat egois itu?

"Er, mungkin kau akan menganggapku egois tapi..." Ia mulai membuka mulut. Matanya masih tetap terpaku pada kopi di genggamannya. "Sebenarnya aku mulai su-suka pada seseorang di sekolah."
Pipi pucat Alec spontan memanas mendengar kata-kata itu keluar dari bibirnya.

"Tapi orang itu sudah mempunyai orang lain. Setiap hari melihat mereka berdua bersama..." Mata hijau Alec meredup. Ia menguatkan genggamannya pada gelas kopi di tangan. "Rasanya aku seperti terbakar dan pikiranku berkabut. Aku tidak seperti diriku sendiri. Dan aku tidak suka itu!"

Kini Ia menoleh ke arah Dylan. Matanya berkilat-kilat, suaranya sedikit meninggi. "Aku benci diriku yang tidak bisa tersenyum tulus!"

Sedetik kemudian, Ia kembali menatap gelas kopi. Suaranya pun kembali memelas, "Karena itu aku pikir lebih baik menjauhkan diri...Aku memutuskan semuanya terburu-buru. Kau tahu kan aku bukan seorang pemikir sepertimu. Karena itu aku bahkan tidak sempat untuk memberitahu mu atau Megan."

Bagian terakhir adalah dusta. Ia sengaja tidak memberitahu mereka berdua. Ia takut hubungan mereka akan terpengaruh. Ia bisa saja berbohong. Tapi bila Ia berbohong terlalu banyak, Ia cenderung melakukan gerakan-gerakan aneh, dan kedua sahabatnya pasti akan langsung tahu.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sat Jun 13, 2009 12:31 pm

Ia menyesal telah bertanya.

Mata hijau keemasannya terbelalak, pikirannya seakan tidak ingin mencerna apa yang telah dikatakan oleh Alec. Apa tadi kata sahabatnya itu? Ia menyukai seseorang? Ia kabur karena tidak terima orang itu bersama orang lain? Siapa? Mengapa ia tidak tahu? Mengapa orang itu bisa membuat sahabatnya menjadi seperti ini – sama seperti sahabatnya membuatnya menjadi tidak bisa berpikir dengan benar?

Siapa orang itu, Alec? Siapa?

Ia berusaha bersikap tenang, kopinya yang masih agak panas itu ia minum untuk membuat dirinya lebih tenang. Ia berusaha berpikir bahwa itu wajar, apalagi Alec adalah pemuda umur 15 tahun yang sehat. Ia sendiri sudah mengerti konsekuensi ketika ia menyadari perasaannya pada anak lelaki berambut coklat itu – kalau itu tidak bisa tersampaikan. Ia menelan ludahnya, berusaha untuk menunjukkan simpati di wajahnya. Ia baik-baik saja, ia bisa menangani semua ini. Ia sudah berpikir kalau hari ini pasti akan datang. Lagipula, orang yang merebut hati Alec sudah memiliki kekasih, bukan? Itu artinya ia masih memiliki kesempatan, bukan?

Tunggu, apa yang kamu pikirkan, Dylan? Bukankah kamu memutuskan untuk tidak pernah mengatakannya? Bukankah yang kamu harapkan adalah kebahagiaan dari sahabatmu ini? Kamu harus memikirkan kesedihan sahabatmu dan mendukungnya, ok?

Namun, mengapa hatinya menjadi sakit?

Ia terdiam, melihat ke arah lelaki itu. Wajahnya sedih, itu bukan sedih karena sahabatnya sedih, itu sedih karena ia mendengar cerita sahabatnya. Namun, ia bertingkah seperti itu adalah suatu simpati. Walaupun sedih, Dylan tidak butuh simpati. Ia kuat, kok. Tidak mungkin ia bisa sedih karena masalah patah hati. Dan ia tidak butuh kasihan gara-gara masalah sepele ini, masih banyak orang di dunia ini yang butuh rasa kasihan dibanding ia – tambah lagi, rasa iba tak akan membantu.

Namun, mengapa rasa sakit itu tetap ada?

Tangan kanannya yang masih ada di pundak sahabatnya berubah menjadi mengelusnya punggungnya perlahan. Ia ingin menenangkannya, walau ia sendiri sendiri juga butuh ditenangkan. Tangan kirinya masih memegang kopi, ia tidak berniat meminumnya lanjut.

“Tidak apa,” ia tidak mengerti mengapa kalimat itu yang keluar dari mulutnya, “tidak usah permasalahkan soal kami. Itu adalah yang berat untukmu.”

Ia berusaha untuk mengerti kondisi Alec, tetapi sulit. Ia mengerti kalau tiap orang tidak bisa memahami orang lain sepenuhnya, tetapi ia berusaha. Ia tidak berani berkata, ia tidak berani berpikir. Namun, ia harus mengatakan sesuatu. Diam tidak akan menyelesaikan masalah.

“A-aku,” ia ragu, mulutnya sempat tertahan sebentar, “apapun yang terjadi, aku akan mendukungmu.”

Untuk apa ia mengucapkan kalimat itu?
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sat Jun 13, 2009 12:57 pm

Mendengar kalau Dylan mengerti, sebuah senyuman terbentuk di bibir Alec. Terlebih lagi belaian tangan sahabatnya itu di punggungnya membuat Alec merasa hangat, sekaligus membuat jantungnya berdebar sedikit lebih cepat.

"Terimakasih," Setelah pengakuan tadi, kini Alec dapat bernafas lebih lega. "Seharusnya aku tahu kau pasti bisa mengerti." Ia menatap wajah Dylan dengan lembut, sebagaimana Ia biasa menatap wajah pemuda itu dulu. Saat mereka sedang dekat-dekatnya.

Namun masih ada satu masalah lagi yang menghantuinya. Apakah Alec harus berterus terang kalau yang disukainya itu adalah mantan pacar Dylan?
Ia sendiri masih ragu kalau perasaan cintalah yang Ia rasakan terhadap gadis itu. Tapi alasan apalagi yang dapat membuatnya terbakar cemburu saat melihat gadis itu bermesraan dengan Dylan?

"Apa..." Alec menggigit bibir bawah miliknya, sedikit ragu untuk bertanya. Pandangannya sedikit Ia turunkan. "Apa Megan sudah bersama orang lain sekarang?" Ia hanya ingin tahu apa Ia masih punya kesempatan. Ia ingin meyakinkan perasaannya sendiri kalau apa yang dia rasakan terhadap gadis itu memang cinta.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sat Jun 13, 2009 1:49 pm

Ia tidak pernah mengerti, Alec, ia tidak pernah.

Namun, ia bertingkah seakan ia mengerti. Ia memberikan senyuman lembutnya kepada Alec karena lelaki itu menatapnya dengan lembut. Ia benci dirinya yang tersenyum seperti ini. Ia benci berpura-pura. Akan tetapi, bukankah ia mengharapkan kebahagiaan Alec? Bukankah ia memang ingin mendukung anak lelaki itu? Bukankah ia ingin menjadi sahabatnya? Bukankah ia agar agar hal ini terus berlangsung seperti ini? Di sampingnya sebagai sahabat dan bisa mendukungnya?

“Hei, jangan canggung begitu, kita kan teman.”

Teman. Memuakan. Kadang otaknya berpikir kalau ia lebih dari teman. Kadang otaknya berpikir kalau ia ingin lebih – dari teman, sahabat, apalah itu. Namun, ia sadar kenyataan – ia bisa berpikir realistis. Mereka berdua tidak akan pernah lebih dari sahabat, tidak akan.

Kecuali ia mengharapkan ketidakbahagiaan dari Alec, dan itu bukan hal yang ia inginkan. Ia bisa bahagia, kok, dengan ini. Ia bisa.

Dan ia benci dengan rasa sakit yang tidak kunjung hilang itu.

Sebuah pertanyaan dari Alec membuat ia ingin berhenti berpikir. Apa? Mengapa tiba-tiba sahabatnya menyinggung tentang Megan? Otaknya berusaha mencerna sebelumnya apa yang dibahas oleh Alec dan apa yang ditanyakan oleh lelaki berambut coklat itu sekarang. Dylan tidak bodoh, malah ia termasuk anak yang cukup pintar. Ia benci karena ia pemikir – karena ia bisa langsung mengambil kesimpulan.

Apakah yang disukai oleh Alec adalah...?

Tidak, tidak. Jangan terburu-buru.

“Er, tidak. Ia masih ingin sendiri. Kamu tahu perempuan, perasaan mereka tidak mudah berubah.”

Ah, mengapa Dylan menjadi sok tahu tentang perempuan begini? Ia berusaha untuk tidak berpikir lebih lanjut. Tidak, tidak, mungkin Alec hanya ingin mengalihkan pembicaraan. Iya, itu yang terjadi. Jangan berpikir pesimis dulu, Dylan.

Namun, nuraninya berkata lain.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sat Jun 13, 2009 2:09 pm

"Oh." Hanya itu yang bisa Alec katakan setelah mendengar jawaban Dylan. Aneh, Ia tidak segirang yang Ia kira. Malah Ia tidak merasa apa-apa. Padahal tadi di gereja, saat mendengar kalau mereka sudah putus, Alec gembira setengah mati.
Untuk memastikan, Ia meletakkan tangan kanannya di atas dada. Tidak, jantungnya berdetak dengan kecepatan normal. Aneh.
Alec sedikit memajukan bibirnya, alisnya bertaut. Ia berpikir keras.
Apa ini berarti Ia tidak ada perasaan apapun pada Megan? Atau mungkin perasaan cintanya sudah terhapus? Ah, tidak mungkin. Kalau dia bisa menghilangkan perasaan itu semudah ini, dia tidak akan lari dari sekolahnya di London. Jadi apa yang terjadi?
Ia melirik sahabatnya. Dylan pernah dengan beberapa wanita kan? Ia pasti tahu lebih banyak soal ini.
Sementara dirinya sendiri? Limabelas tahun tanpa hubungan berarti dengan seorang gadis. Rasanya sedikit menyedihkan.

"Boleh aku bertanya?" Alec sedikit memiringkan kepala. Dua bola mata hijau menatap lurus pemuda berambut hitam di hadapannya. "Bagaimana kau bisa tahu kalau kau mencintai seseorang? Dan bagaimana kau bisa tahu kalau perasaan itu sudah hilang?" Sepertinya perbincangan mereka akan berubah jadi sesi konsultasi mengenai cinta.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Sun Jun 14, 2009 12:08 am

Oh.

Hanya itu yang ia dapatkan dari jawaban yang telah ia berikan? Ia jadi bingung sendiri. Apakah Alec benar-benar ingin hanya mengalihkan pembicaraan? Ia mengamati gerak-gerik anak itu. Apa anak itu sedang kebingungan? Tentang masalah apa? Dylan jadi ikut-ikutan bingung. Ia memang masih agak—salah, amat kecewa (karena apa? Patah hati? Bukankah seharusnya ia sudah siap untuk hal itu?), tetapi kali ini rasa heran menguasai dirinya. Benar-benar, deh. Sahabatnya ini ketika hilang dan muncul begitu saja sekarang membuatnya bingung setengah mati.

Itu karena ia peduli, tentu saja.

Ia mencoba meminum kopinya setelah memindahkan gelas itu ke tangan kanan sebelum nyaris tersedak mendengar pertanyaan Alec. Apa-apaan pertanyaan itu? Menjawabnya akan sama seperti ia melakukan pengakuan cinta, dong. Lagipula, ia memang sudah sering berkencan dengan beberapa gadis, tetapi tidak ada satupun yang punya tempat serius di hatinya.

Hanya anak lelaki ini.

Sialan, seandainya ia bisa mengatakannya.

Ia mencoba berpikir keras. Bagaimana ia bisa tahu ia mencintai lelaki ini? Ugh, kalau ia mengatakan sejujurnya nafsu lebih dulu yang menyadarkan ia akan perasaannya – malam hari, tidur, bermimpi, dan jangan tanya mimpi apa – nampaknya kurang etis untuk disebutkan. Apa, ya? Menganggap ia adalah sesuatu yang berharga. Menganggap ia adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari perhatiannya. Ketika ia peduli, ingin bersama, dan ingin melihat kebahagiaannya – itu adalah cinta untuk Dylan. Namun, presepsi tiap orang berbeda, bukan?

“Aku tahu aku mencintai seseorang,” ia melihat ke arah gelas kopinya, tidak berani menatap Alec, “ketika aku merasa bahagia di dekatnya. Aku bahagia ketika ia bahagia, khawatir ketika ia tidak bahagia, dan selalu ingin melihat senyumnya.”

Itu pernyataan cinta, tanpa sadar ia menganggap seperti itu. Namun, Alec tidak akan menyadarinya, bukan? Ia berharap seperti itu.

Pertanyaan selanjutnya membuat ia putar otak untuk menjawabnya.

“Kalau kamu benar-benar mencintai seseorang,” ia menghela nafas, mata hijau keemasannya menatap hijau lumut, “aku rasa, perasaan itu tidak akan pernah hilang.”

Ia terdengar seperti seorang penceramah yang sok tahu. Ah, ia tidak peduli. Perasaannya pada Alec tidak pernah hilang, kok. Tidak mungkin ia menjawab pertanyaan yang ia sendiri belum pernah rasakan. Logikanya tidak bisa memahami perasaan. Dua hal itu terlalu berbeda.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Sun Jun 14, 2009 12:44 am

"Hmm," Alec menganggukan kepalanya beberapa kali, berusaha untuk mendalami jawaban yang diberikan Dylan.
Apa Ia bahagia berada di dekat Megan? Tentu saja, dia kan salah satu sahabatnya.
Ia juga bahagia ketika Megan bahagia, dan khawatir bila Megan mempunyai masalah. Namun itu juga berlaku untuk orang-orang yang memang dekat dengannya. Termasuk Dylan.
Sepertinya perasaan cinta tidak segampang itu untuk dideteksi. Terutama karena rasa persahabatan dan rasa cinta itu bagaikan hanya dipisah oleh sebuah garis tipis. Jadi apa yang membedakan persahabatan dengan cinta?

Dylan menjawab pertanyaannya yang kedua. Jadi kalau memang cinta, perasaan itu tidak akan pernah hilang? Dan entah mengapa saat Dylan menatapnya sambil mengatakan hal itu, Alec merasa aneh. Pipinya memanas. Ia juga tidak dapat balik menatap mata pemuda itu lebih lama, sehingga Ia mengalihkan pandangannya kembali ke kopi yang Ia pegang.
Those eyes, I swear...
Dua bola mata hijau emas itu terkadang dapat membuatnya salah tingkah begini.
Ia tahu banyak gadis yang menyukai Dylan karena wajah tampannya, dan terutama tatapan matanya yang seperti menusuk jiwa. Mungkin tatapan itu juga bekerja pada pria? Hahahaha...Benar-benar tatapan mengerikan.

"Jadi..." Ia berusaha memecah kecanggungannya dengan pertanyaan. "Apa itu berarti kau belum menemukan orang yang benar-benar kau cintai? Maksudku, kau kan sudah berhubungan dengan beberapa gadis, tapi tidak pernah bertahan terlalu lama. Memangnya gadis seperti apa yang kau cari?"
Pertanyaannya kali ini jauh lebih ringan dibanding yang tadi. Ia kembali menatap Dylan dan menunggu jawaban pemuda itu.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Mon Jun 15, 2009 10:25 am

Aku tidak mencari gadis seperti apapun. Dan kau tahu, siapa yang aku cintai? Kau.

Rasanya ingin ia mengucapkan itu.

Pertanyaan selanjutnya membuat Dylan lebih putar otak lagi. Jujur, atau bohong? Kalau ia jujur sama saja ia menggali lubang kuburan sendiri. Kalau ia bohong, ia tidak pandai berbohong. Menutupi bisa, tetapi berbohong tidak. Banyak orang yang berpikir menutupi dan berbohong itu sama, tetapi bagi Dylan tidak. Menutupi adalah tidak mengatakan kenyataan sedangkan berbohong adalah berkata tidak sesuai dengan kenyataan. Berbohong dilakukan untuk menutupi, tetapi menutupi bukan berarti berbohong.

Jadi, apa yang harus ia katakan?

“Sudah.”

Ia tidak menatap Alec, melainkan kembali ke gelas kopinya yang isinya tinggal setengah itu. Ia tidak berani menatap lelaki itu. Takut ketahuan. Bisa-bisa ia tergoda untuk terus menatap lelaki itu, melihat mata hijau lumut itu, memperhatikan lekuk wajahnya sebelum---

---ugh, ia tidak mau memikirkannya. Terlalu indah sehingga menjadi mengerikan.

“Ada, tetapi rahasia.”

Ia membentuk sebuah seringai ke arah anak lelaki itu. Maksudnya bercanda, sekaligus menutupi. Ia meminum kopinya sekali lagi, cukup banyak. Kali ini gelas itu tinggal berisi seperempatnya.

“Dan kau tahu, bukan mereka, bukan gadis-gadis itu. Perasaanku ke mereka sebatas seperti salah paham antara sikap pertemanan dan cinta. Cinta itu memang abstrak, sulit untuk diprediksi.”

Ia tertawa kecil sambil menatap ke depan, ke lobi yang luas itu. Pandangannya tidak fokus, malah sedikit menerawang.

Bahkan bukan gadis, orang itu kamu, Alec. Kamu.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Mon Jun 15, 2009 11:12 am

Mulut Alec setengah terbuka. Matanya membelalak.

"Serius?" Ia menatap Dylan yang tidak balik menatapnya. Dylan sudah punya orang yang Ia cintai? Siapa?
Alec merasa kesal begitu tahu hal ini. Hatinya panas. Jantungnya berdetak kencang. Mungkin karena Ia merasa tertinggal. Saat Ia masih di asrama, Dylan sedang menjalin hubungan dengan Megan. Jadi pasti Dylan menemukan orang yang spesial di hatinya setelah Alec menghilang. Ya, hatinya sakit begini pasti...
Because he's feeling left out.

Ia merasa makin kesal mendengar kata-kata Dylan berikutnya. Rahasia? Kenapa? Mengapa dia tidak boleh tahu? Apa orang itu sebegitu spesialnya sehingga harus disembunyikan dari sahabat sendiri?
Alec kembali menggigit bibirnya. Kali ini bukan karena ragu atau canggung. Namun karena Ia berusaha menahan kemarahannya.
Ia tidak punya hak untuk marah. Semua orang pasti memiliki rahasia kan?
Dia sendiri tidak memberi tahu Dylan tentang orang yang Ia cintai. Yah, walaupun ada alasan bagus untuk itu sih (pertama, Ia masih bingung akan perasaannya sendiri, kedua, Megan adalah mantan pacar Dylan).
Dan sahabat bukan berarti jaminan kalau pemuda di sampingnya ini akan mengatakan semua hal kepadanya.
Tenang, Alec...
Tenangkan dirimu...

Alec pun menghela nafas yang Ia sendiri tidak sadar sedang Ia tahan.

"Seperti apa sifat orang itu?" Tanya Alec dengan suara kecil. Namun hanya sekeras itulah suara yang dapat Ia keluarkan dari tenggorokannya saat ini. "Apa aku mengenalnya?" Ia kembali menatap Dylan dengan pandangan menyelidik.

Sadar kalau dirinya terdengar seperti orang yang suka ikut campur masalah orang lain, Alec buru-buru mengibaskan satu tangannya yang tidak memegang kopi sambil berkata, "Ah, kau tidak perlu menyebutkan namanya! Aku hanya ingin tahu dia seperti apa."
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Mon Jun 15, 2009 3:13 pm

“Dua-rius.”

Ia tertawa. Hei, tetapi ia memang serius. Mengapa ia mengatakan seperti itu tadi, ya? Mengapa ia bisa-bisanya berkata jujur sekali seperti itu? Dylan merasa ia perlahan-lahan melewati jembatan kematian. Wajahnya masih tersenyum seperti orang tenang di luar, tetapi dalam hatinya kalut setengah mati. Apa yang harus ia katakan selanjutnya? Apa?

Pertanyaan berikutnya makin menjebak. Pilihannya hanya dua; jujur atau bohong.

“Sangat berbeda denganku, aku rasa,” ia menengguk kopinya hingga habis sebelum melihat ke arah gelas itu, memain-mainkannya, “bertolak belakang.”

Dylan tidak terpikir untuk menaruh gelas yang kosong itu di tempat sampah – jaraknya terlalu jauh. Melemparnya juga agak menyulitkan. Jadi, ia terus memegangnya, memain-mainkannya, dan menggenggamnya erat.

“Apa kamu kenal? Bagaimana, ya? Aku bilang kenal kamu kenal, aku bilang kamu tidak kenal kamu juga tidak kenal.”

Ia membicarakan masalah pemahaman diri sendiri. Ia sendiri tidak mengenal dirinya secara sepenuhnya. Ia bingung tentang dirinya, masih mencari jati diri. Namun, siapa yang paling mengenal kita selain diri kita sendiri? Sejujurnya, pertanyaan itu membuat Dylan paling kesulitan, lidahnya seakan memaksa untuk bergerak dan berkata hal yang lain.

Hei, tidak usah susah menebak-nebak. Orang itu kamu, tahu.

Akan tetapi, ia tidak mungkin mengatakannya.

“Bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?”

Ia sedang menggali kuburannya makin dalam. Perkataannya tidak sesuai dengan nuraninya. Ia melihat ke arah Alec sambil tersenyum tanpa dosa, tidak menyadari keadaan temannya yang janggal itu. Kamu tahu, kalau ingin menyembunyikan sesuatu, caranya bukan dengan menutup rapat-rapat. Berbohong juga bukan hal yang cerdas karena mudah diketahui. Cara yang paling efisien adalah membiarkan orang itu punya presepsi sendiri. Ia sedang ingin bermain logika, bersembunyi dalam kata-kata dan ketenangannya.

“Kamu sebutkan nama yang menurutmu benar dan aku tidak akan menyalahkan kalau jawabanmu benar.”

Ia sedang melakukan pertaruhan. Pertaruhan dengan logika.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Tue Jun 16, 2009 4:22 am

Sangat berbeda? Alec memandang langit-langit lobby tersebut, berusaha mengingat gadis yang memiliki kepribadian bertolak belakang dengan Dylan di sekolah mereka. Beberapa wajah muncul di kepalanya.
Jawaban Dylan berikutnya malah membuat Alec semakin bingung. Dia kenal orang itu, tapi juga tidak kenal? Jawaban macam apa itu? Ia menggelengkan kepalanya yang mulai terasa sakit.

Dylan berkata lagi. Kali ini sahabatnya itu mengajak main tebak-tebakan.
Satu alis Alec terangkat tinggi dan menghilang di balik poni yang menutupi dahinya.
Mengapa Dylan mengambil jalan berputar-putar begini hanya untuk memberitahunya? Mengapa Ia tidak langsung mengatakannya saja?
Ia mengingat-ngingat sifat Dylan. Dylan yang cenderung berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu. Dylan yang sangat berhati-hati dalam apa yang Ia lakukan dan ucapkan. Pasti ada sesuatu di balik semua ini. Alec menjadi semakin penasaran akan orang yang dicintai sahabatnya itu.

"Oke," Akhirnya Ia menjawab. Sebuah seringai terbentuk di bibirnya, matanya memandang tajam Dylan. "Tapi sebelumnya aku mau beberapa petunjuk yang jelas. Apa gadis ini satu sekolah dengan kita? Apa dia seumuran dengan mu? Apa hobinya?" Nada suaranya terdengar seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi saksi kejahatan.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Tue Jun 16, 2009 8:36 am

Pertama-tama, yang Dylan cintai bukan seorang gadis. Tentu kata gadis tidak bisa masuk dalam kosakatanya kali ini. Ia tersenyum, ia berdiri sejenak sebelum berjalan ke arah tong sampah yang tidak terlalu jauh dari mereka, membuang gelas styrofoam yang sudah kosong itu. Kakinya ia langkahkan ke sofa di tempat ia duduk tadi dan kembali mendudukinya. Ia agak bersandar sedikit, melihat ke arah Alec, wajah tersenyum.

“Orang yang aku cintai,” bukan gadis, “pernah satu sekolah denganku, tidak seumuran denganku, dan hobinya,” Dylan berusaha berpikir sejenak, mengingat apa hobi dari anak lelaki di sampingnya, “berhubungan dengan alam.”

Ia sengaja memberikan jawaban yang jangkauannya cukup luas, berharap Alec tidak terlalu menyadarinya. Kalau presepsi yang tertanam di otak Alec sudah ‘orang lain’ dan ‘gadis’, hal ini tidak akan sulit untuk disembunyikan. Sama seperti ia pernah memberi tebak-tebakan ke kawannya yang lain, jawabannya adalah hewan, tetapi presepsi yang sudah tertanam di otak orang itu adalah manusia. Kalau presepsi yang tertanam sudah lain, niscaya pesan sejelas apapun akan sulit untuk sampai. Atau lebih tepatnya, menyembunyikan hal apapun menjadi mudah meskipun petunjuknya sudah segudang.

Akan tetapi, ia tahu Alec tidak sebodoh itu. Mungkin ia tidak mudah dimanipulasi. Apalagi, ia sahabatnya sendiri. Ia sedang menyiapkan cadangan jawaban berdasarkan prediksinya akan jawaban orang di hadapannya, terutama di kemungkinan terburuk. Kalau sudah bahaya, mungkin ia akan berhenti.

Namun, sekarang ia coba untuk terus terlebih dahulu. Pelan-pelan, Dylan. Pelan-pelan.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Tue Jun 16, 2009 9:02 am

Alec mendengarkan petunjuk yang diberikan Dylan baik-baik. Sesekali kepala anak itu mengangguk. Matanya mengikuti setiap gerakan Dylan.

Satu sekolah dengan mereka, tidak seumuran, hobinya berhubungan dengan alam...
Satu sekolah, berarti ada kemungkinan Ia kenal. Tapi mungkin tidak terlalu dekat. Apa itu yang tadi Dylan maksud dengan kenal tapi juga tidak kenal?
Tidak seumuran berarti bisa jadi teman seangkatan (karena mereka anak kelas 1 dan tidak mempunyai adik kelas) atau kakak kelas.
Hobi berhubungan dengan alam...Kemungkinan orang itu akan ikut klub sekolah yang berhubungan dengan alam. Seperti klub pecinta alam? Atau di klub berkebun seperti dirinya sendiri?
Petunjuk. Dia butuh lebih banyak petunjuk.

"Apa dia lebih tua darimu? Atau lebih muda?" Tanya Alec lagi. "Klub apa yang dia ikuti di sekolah?"

Alec yang biasanya tidak peduli menang atau kalah dalam sebuah permainan, merasa aneh dirinya bisa sangat bersemangat untuk memenangkan permainan tebak-tebakan ini. Tapi Ia memang benar-benar penasaran. Gadis seperti apa yang bisa menangkap hati pemuda seperti Dylan? Orang yang hampir bisa dibilang sempurna dengan wajah tampannya, personaliti yang ramah dan dapat diandalkan, nilai-nilai yang selalu unggul, berasal dari keluarga baik-baik...
Rasanya susah menemukan kecacatan pada sahabatnya ini.
Well, walaupun terkadang Alec menganggap kalau Dylan terlalu banyak berpikir dan akan cepat botak. Sangat bertolak belakang dengan dirinya yang jarang khawatir dan sering mengambil keputusan tanpa berpikir matang.

"Petunjuk terakhir!" Alec melanjutkan pertanyaannya setelah berpikir sejenak, "Apa huruf pertama nama depan orang itu?"
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Tue Jun 16, 2009 9:27 am

Tunggu, tunggu, tunggu!

Apa-apaan pertanyaan itu tadi? Mengapa pertanyaannya menjadi lebih spesifik? Dengar, di pengadilan tersangka memiliki hak untuk tutup mulut, begitu juga Dylan. Namun, kalau ia melakukan itu nampaknya terlalu mencurigakan. Ia tetap harus menjawab pertanyaan ini, tetapi bagaimana caranya agar jawabannya tetap memiliki jangkauan luas? Uh, berpikir Dylan, berpikir.

“Lebih muda,” ia menelan ludah, jawaban selanjutnya lebih sulit lagi, “klub---”

Kabur, Dylan, kabur! Katakanlah kamu ada urusan atau berbohonglah. Ucapkan kalau kamu tidak tahu klub apa yang ia ikuti atau katakan sembarang klub! Tidak usah mengambil resiko (dan sok pintar) dengan tetap berusaha memanipulasi dan jujur. Ia tidak ingin ketahuan, tidak sama sekali. Namun, nuraninya melarang untuk berbohong pada sahabatnya sendiri. Akan tetapi, itu sahabatmu, Dylan. Mungkin ia bisa tahu dengan sekejap siapa yang kamu maksud!

“---berkebun, kalau tidak salah?”

Bodoh. Mati. Ia sengaja menimbulkan kesan kalau ia tidak yakin. Berharap kalau presepsi yang masuk ke otak sahabatnya kalau sesungguhnya ucapannya ini tidak tepat. Namun, harapan hanya harapan. Demi Tuhan, Dylan. Alec berumur 15 tahun, ia sudah cukup dewasa. Memangnya kamu pikir ia anak kecil yang mudah ditipu? Ah, bahkan menipu anak kecil bisa saja sulit. Salah, bukan menipu, tetapi memanipulasi.

Pertanyaan terakhir membuatnya ingin bunuh diri kalau ia tidak disadarkan oleh logikanya.

Ia menelan ludah. Kali ini ia merasa seperti tersangka yang dipojokkan. Ia perlu memanggil pengacara. Entah mengapa Phoenix Wright* tiba-tiba terlintas di kepalanya. Ah, permainan itu memang telah membuatnya berpikir keras dan merasa bangga karena memenangkan berbagai kasus. Namun, itu hanya permainan, ini kenyataan. Dan ia bukan pengacara, ia tersangka.

Nampaknya kuburannnya telah selesai. Bunga apa yang akan ia minta untuk menghiasinya, ya?

“Huruf kedua dalam latin.”

L-a-t-i-n, 1-2-3-4-5. A, bukan?

---

*credits to Namco
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Tue Jun 16, 2009 9:53 am

Alec kembali mendengar jawaban Dylan dengan seksama. Petunjuk yang Ia dapat kali ini adalah: Lebih muda dan klub berkebun.
Alec kembali memutar otak. Tangannya menggerak-gerakan gelas yang berisi kopi yang belum habis Ia minum. Matanya menatap cairan gelap yang berputar-putar di dalam gelas tersebut.

Kalau Ia memang anak klub berkebun, seharusnya Alec tahu siapa dia.
Anak seangkatan dengannya di klub berkebun adalah...
Leslie, Sarah, Joanna, Mary dan James. Walaupun James tidak perlu dihitung karena dia laki-laki.
Berarti antara Leslie, Sarah, Jo, dan Mary.
Untung klub berkebun tidak sepopuler klub-klub lain di sekolahnya. Ini memudahkan Alec untuk mempersempit para tersangka.

Ia baru akan mengucapkan nama gadis-gadis itu saat Dylan mengucapkan petunjuk lain.
Huruf kedua dalam latin?
Memangnya alphabet latin berbeda dengan alphabet biasa? Itulah yang pertama kali muncul dalam pikirannya. Tidak, seharusnya sama. Huruf kedua? B?
Tapi kenapa mesti dalam latin?
Kepalanya kembali terasa pusing.

"Huruf kedua dalam latin itu maksudnya apa? Dalam alphabet latin huruf kedua B kan?" Ia beralih ke sahabatnya dengan pandangan bingung. "Tapi di klub berkebun tidak ada yang bernama depan B." Nadanya sedikit memelas, seperti setengah memohon kepada Dylan untuk mengakhiri permainan ini dan memberitahu jawabannya.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Tue Jun 16, 2009 10:09 am

"Oh, tidak ada, ya? Mungkin tidak, ya, aku salah mengingat? Kau sendiri tahu, kan, aku ada sedikit kelemahan dalam mengingat."

Itu bukan pernyataan, melainkan pertanyaan. Ia tersenyum agak lega – maksudnya, sih, karena nampaknya manipulasi terakhirnya cukup sukses. Nah, sekarang yang harus ia pikirkan dari sini harus ia bawa ke mana. Ia tidak menjawab soal alphabet latin itu – bertingkah seakan tidak mendengarnya dan memberikan jawaban lain.

Dan nampaknya Alec tidak mau meneruskan tebak-tebakan ini. Oh, well. Dylan juga tidak mau meneruskannya, kok. Sudah cukup ia hampir jatuh ke lubang berkali-kali. Tidak ada lagi tebak-tebakan dan pertaruhan denga logika.

Tidak ada.

“Kau tahu, kamu ingin tahu nama orang yang aku cintai, sedangkan aku tidak tahu nama orang yang membuatmu sampai pergi dari asrama. Bukankah itu tidak adil, hmm?”

Ia melemparkan senyumannya. Matanya sempat melihat ke arah gelas kopi Aleciel yang masih ada isinya (mungkin sudah dingin, Dylan tebak) sebelum beralih menatap anak lelaki itu, masih tersenyum.

“Walau, yah, memang aku yang menawarkan duluan untuk kamu menebak.”
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Tue Jun 16, 2009 10:32 am

Dylan terlihat lega Alec tidak dapat menebak nama orang itu. Dan Dylan juga sepertinya sama sekali tidak punya keinginan untuk memberitahu Alec. Ini membuat rasa kesalnya datang kembali. Alec mengalihkan pandangannya dari Dylan dan menatap lobby apartment, walaupun pandangan anak itu terlihat kosong dan tidak fokus.

Kata-kata Dylan berikutnya membuat Alec kembali menatap Dylan dengan wajah setengah tidak percaya.
Apa Dylan masih ingin melanjutkan permainan ini?

"Kalau aku memberitahu siapa yang ku suka, apa kau akan memberitahu siapa yang kau suka?" Ia bertanya. Mungkin ini memang sudah waktunya mengaku pada Dylan kalau Ia sempat cemburu saat Ia dan Megan berpacaran. Ia berusaha untuk mendukung mereka. Demi Tuhan Ia sudah berusaha sangat keras. Tapi Ia memang bukan tipe yang bisa menyembunyikan perasaannya dengan mudah. Itulah mengapa Ia menjauh dari mereka berdua. Ia tidak ingin kedua orang itu mengetahui perasaannya, karena pasti hubungan mereka bertiga akan berubah. Tapi saat ini Dylan dan Megan sudah tidak bersama. Jadi...mungkin ini memang saatnya?

Alec masih sedikit ragu, namun kata-kata meluncur begitu saja, "Kita sama-sama memberitahu siapa yang kita cintai. Dengan begitu adil kan? Bagaimana?"
Walaupun aku masih ragu dengan perasaanku terhadap Megan...
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Tue Jun 16, 2009 11:08 am

Tidak.

Walau ia mengatakan siapa yang ia cintai, Dylan tidak akan mengatakan siapa yang ia cintai. Ia terlalu takut untuk mengatakannya. Bisa saja mungkin ia berdalih seperti cinta yang menyamai kasih sayang, seperti menganggap Alec seperti saudara kandungnya sendiri sehingga cinta yang ia maksudkan seperti itu. Namun, ia tidak bisa membohongi perasannya. Akan tetapi, kalau ia terang-terangan, ia takut Alec akan menjauh setelah ia mengatakannya.

Ia tidak punya keberanian untuk jujur.

“Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu, aku hanya berkata soal keadilan, kau tahu?”

Ia tertawa kecil. Namun, tawaran selanjut yang dikatakan oleh sahabatnya benar-benar membuat nuraninya agak tergelitik. Sahabatnya ini pasti sudah penasaran setengah mati. Sama seperti dirinya, ia juga sudah penasaran setengah mati. Jadi, ia siap untuk mengatakan kebenarannya?

Ia menghela nafas.

Kalau setelah ini hubungan mereka berubah drastis bagaimana?

“Biarkan aku berpikir.”

Ia melihat ke arah Alec, agak tersenyum kecut. Ia sama sekali tidak siap untuk ini, tetapi kalau ia menyembunyikannya terus-terusan, apa ada kemungkinan tidak ketahuan selamanya?

Ada. Sangat ada. Ia bisa membuatnya. Kemungkinan itu tercipta karena usaha manusia.
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Aleciel Godwin on Tue Jun 16, 2009 11:28 am

Dylan tampak sedang berpikir. Pemuda itu terlihat tidak yakin dan takut. Tapi takut terhadap apa?

Alec memikirkan orang yang Ia sendiri masih belum yakin Ia cintai: Megan. Tapi rasa tertarik pasti ada. Kalau tidak, mengapa dia begitu cemburu saat Dylan dan orang itu berpacaran?
Dia harus memberitahu Dylan. Mungkin ini akan mengurangi rasa bersalahnya karena telah pergi begitu saja dan menyimpan perasaan yang mengganggunya selama ini.
Ya, dia akan mengatakannya. Lebih baik kata-kata itu keluar sekarang saat Ia masih punya keberanian.

Ia menarik nafas. Dadanya bergemuruh. Tangannya berkeringat. Perlahan-lahan Ia menoleh ke arah Dylan. Matanya terpaku pada pemuda itu.

"Dylan," Ia memanggil sahabatnya dengan lirih. "Maaf...aku sebenarnya men..."
Ia menggigit bibirnya. Ragu dengan perkataan yang akan keluar. Mencintai? Rasanya sedikit salah. Tapi hanya perasaan inilah yang bisa Ia simpulkan bila memikirkan saat-saat Ia harus melihat mereka berdua bersama dan terbakar cemburu.

"Aku sebenarnya mencintai, Megan." Kata-kata itu keluar lancar dari mulutnya. Mungkin bahkan sedikit terlalu cepat. Ia menatap Dylan. Mencoba menebak reaksi pria itu. Tanpa sadar Ia mengencangkan pegangannya pada gelas styrofoam berisi kopi yang tinggal setengah.
Kepalanya penuh dengan kalimat:
Jangan benci aku.
Jangan benci aku.
Jangan benci aku.
avatar
Aleciel Godwin
Member
Member

Posts : 48
Points : 50
Reputation : 0
Join date : 06.06.09
Age : 23

Character Bio
Job: SMU kelas 1, tapi sedang mencari kerja paruh waktu
Status: Single
Self-quote: "Take it easy, things will work out eventually..."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Dylan Stephens on Tue Jun 16, 2009 12:10 pm

Matanya terbelalak.

Ia tidak tahu harus berkata apa. Jadi orang yang telah merebut orang yang dicintai adalah dirinya sendiri? Dan ia membuatnya kabur dari asrama karena perbuatannya karena menyembunyikan rasa cintanya ke anak ini? Hei, apa yang sedang terjadi? Mengapa judulnya jadi kisah cinta segitiga begini?

Bedanya, cinta segitiga bukan karena ia mencintai seorang gadis, tetapi karena mencintai lelaki di hadapannya.

Tidak, ia tidak butuh rasa iba. Ia tidak butuh rasa kasihan karena cintanya begitu tragis, begitu ironis. Bukan berarti hidupnya berakhir dengan ini. Bukan berarti ia tidak bisa mencari cinta baru. Bukan berarti semuanya menjadi gelap dengan ini. Ia harus bisa melihat cahaya. Hidup ini tidak hanya diisi dengan cinta. Bukankah kalau ia mencintai lelaki di hadapannya, ia harus mendukungnya apapun yang terjadi?

“Maaf,” kata-kata itu yang terucap di bibirnya, “aku... tidak tahu.”

Ia bahkan tidak serius mencintai gadis itu. Ia sudah melukai terlalu banyak orang. Tidak, ia tidak boleh terpuruk. Ia harus bangkit. Sekali lagi, ini bukan akhir dari segalanya. Kalau ia menyalahkan dirinya sendiri, apa akan menyelesaikan masalah? Tidak, bukan?

Namun, bolehkah untuk kali ini ia merasa hatinya sakit?

Matanya melihat ke arah Alec, perasaan bersalah terlihat di wajah lelaki berambut hitam itu. Ia sebenarnya masih takut untuk menghadapinya, terlalu takut. Ia terdiam. Menghela nafas tidak akan menyelesaikan masalah, diam juga tidak.

“Hei, Alec,” ia melihat ke arah lantai, “kau tahu huruf terakhir alphabet? Bukan Z.*”

---

*credits to Professor Layton - Level 5
avatar
Dylan Stephens
Member
Member

Posts : 38
Points : 44
Reputation : 0
Join date : 11.06.09
Age : 24

Character Bio
Job: 1st Grade Senior High School
Status: Single
Self-quote: "We live with others."

Kembali Ke Atas Go down

Re: [CLOSED] If I can tell you...

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik